Mario Gotze Kritik Pribadi Pep Guardiola

Sama seperti Yaya Toure, gelandang muda Jerman, Mario Gotze juga memiliki kenangan yang cukup pahit saat bekerja dibawah arahan manajer asal Spanyol, Pep Guardiola. Menurut pemain yang kini berkostum Borussia Dortmund tersebut, Guardiola adalah pelatih yang tak punya empati.

Mario Gotze Kritik Pribadi Pep Guardiola

Seperti diketahui, Mario Gotze awalnya dikenal sebagai bintang berbakat dan menjanjikan saat masih berkostum Borussia Dortmund. Status itulah yang membuatnya kemudian direkrut sang rival, Bayern Munchen pada brusa transfer musim panas tahun 2013 silam, tahun dimana Pep Guardiola mengambil alih kursi manajer dari Jupp Heynckess.

Namun sayang, dibawah arahan pelatih asal Spanyol, Gotze jarang mendapatkan kesempatan tampil tak hanya karena cedera, tapi memang dia jarang diberikan kesempatan oleh manajer Pep Guardiola. Situasi tersebut juga berlanjut meski Guardiola telah meninggalkan Allianz Arena pada tahun 2016 lalu. Kemudian, Gotze memutuskan pulang ke Dortmund pada musim panas tahun 2017 kemarin.

Mengenang periode pahit bekerja dibawah arahan Guardiola, Gotze mengakui punya pengalaman yang kurang menyenangkan. Menurutnya, Pelatih yang kini menukangi Manchester City itu hanya peduli soal bekerja tanpa memikirkan perasaan pemain yang tidak diberinya kesempatan tampil.

“Saya masih berkomunikasi dengan Jurgen, Tentu saja, dia mengajari saya semua hal soal sepakbola profesional. Waktu itu, saya baru 17 tahun dan masuk dari tim muda [Dortmund]. Dia mengenalkan saya pada semua hal. Dia membiarkan saya bermain.”

“Secara teknik, [Guardiola] adalah aset yang luar biasa. Namun dia sangat fokus pada sepakbola dan tidak memikirkan pemain lain yang ada di luar rencananya. Dia tidak punya banyak empati, padahal empati itu adalah bagian dari seorang pelatih kelas dunia.” kata Gotze kepada DAZN.

Sebelum Gotze, ada gelandang Pantai Gading, Yaya Toure yang juga melayangkan kritik terhadap Guardiola menyusul minimnya jatah bermain yang diberikan sang pelatih kepada dirinya selama dua musim terakhir.